Share/Bookmark

Selasa, 29 September 2009

Cinta, Sebuah Anugerah Agung

Apakah itu cinta? Mudah diketahui keberadaannya, mudah dirasakan, tapi agak sulit untuk didefinisikan dan dijelaskan hakikatnya. Seperti itulah cinta. Setiap orang akan mengerti kalau dirinya sedang jatuh cinta, walau tah mengetahui dari mana datangnya.

Seorang Pemuda ataupun pemudi yang sedang jatuh cinta terkadang sadar kalau yang dicintainya itu biasa-biasa saja, paras tidak terlalu tampan pun cantik, orang tuanya tidak kaya, pengetahuan agama biasa saja, tetapi rasa cinta tetap bergelora. Apa gerangan yang terjadi?

Rasa ingin mencintai, mengasihi, memberi atau sebaliknya, ingin dicintai, dikasihi dan diberi, memang menjadi fitrah manusia. Kita tidak dapat menolak kehadirannya atau melmaksanya pergi menjauhi kita. Orang muda, selalu merasakan, merindukan, memimpikan, bahkan terkadang memperebutkan cinta. Makanya tak henti-hentinya lagu cinta dikumandangkan, tak bosan-bosan orang membuat puisi cinta, tak habis cerita cinta untuk dibuat novel, film ataupun sinetron.

Cinta merupakan anugerah agung yang dikaruniakan Alloh bagi manusia. Mari dibayangkan kalau manusia tidak diberi perasaan cinta. Betapa akan gersang hidup kita. Betapa dunia akan penuh dengan kejahatan dan pelanggaran hak antar sesama manusia.

Adanya cinta akan menghiasi segala aspek kehidupan kita. Dengan cinta dapat terjalin keluarga yang harmonis. Dengan cinta dapat tercipta ukhuwah yang indah dan penuh makna. Dengan cinta akan terjalin kerjasama yang menggoncangkan dunia.

Kalau diperhatikan, cinta yang membara terbentuk dengan proses yang unik. Dimulai dari adanya kontak, kemudian keinginan untuk mengenal, pencurahan perhatian, kerinduan yang mendalam, dan pada akhirnya penghambaan.

Kontak awal yang menghantarkan cinta beraneka ragam. Tak hanya karena biasa bertemu di sekolah, kampus, tempat kerja, atau di kampong. Orang dapat jatuh cinta berawal dari sms yang nyasar. Orang dapat mencintai seseorang hanya karena membaca bukunya yang menarik. Ada yang bersenggolan di pasar lantas jatuh cinta, dst.

Setelah adanya kontak, tahap selanjutnya adalah keinginan untuk lebih saling mengenal. Kesan pertama yang menggoda membuat orang ingin tahu lebih lanjut tentang siapa sebenarnya dia, bagaimana sifat-sifatnya, adakah peluang untuk jadi kekasihnya, dst. Dalam dunia cinta remaja, tahap ini sering dilakukan dengan surat-suratan, ngobrol atau cari tahu lewat teman-teman yang mengenal orang yang ingin didekatinya.

Kalau pada tahap ini timbul kesan positif, maka sudah pasti akan memunculkan simpati yang membawa kepada tahapan berikutnya yaitu pencurahan perhatian. Kalau sudah melakukan hal-hal aneh. Orang yang tadinya tidak suka membaca cerpen, tiba-tiba menjadi hobby. Tadinya tidak kuat makan pedas akhirnya jadi terbiasa karena pacarnya suka yang pedas-pedas, dst. Bukan itu saja, pada tahap ini orang gelisah, resah, bingung, bahkan stress. Orang yang dicintai jadi terngiang setiap waktu. Di kamar ingat dia, mau makan ingat dia, mau tidur ingat dia, di WC ingat dia, bahkan sedang sholat juga ingat dia.

Tahap berikutnya adalah munculnya kerinduan. Baru tadi pagi ketemu, seakan sudah berhari-hari tidak bertemu. Seorang pecinta selalu ingin bertemu, bercengkerama, bertatapan, serta berduaan dengan yang dicintainya. Kalau sudah begitu niscaya akan muncul rasa takut berpisah, takut ditinggalkan, dan takut diputuskan.

Terakhir adalah tahap penghambaan. Ini yang tidak dapat tidak dan harus kita waspadai. Seorang muslim hanya boleh menghamba kepada Allah. Penghambaan kepada-Nya tidak boleh dibandingkan dengan penghambaan kepada yang lain. Makanya setiap kita mencintai sesuatu baik itu manusia, istri, ibu, ayah, saudara, teman, dst, ataupun yang bentuknya harta kekayaan, seperti rumah, perhiasan, kendaraan ataupun simpanan di Bank, tetap cinta itu harus didasarkan karena cinta kita kepada Allah. Kalau tidak berarti kita sudah menyekutukanNya dengan yang lain. Itu berarti harus siap dipanggang di neraka karena setiap kekufuran balasannya adalah neraka.

Karena itu kita harus benar-benar dapat mengelola rasa cinta kita. Kita harus tahu mana cinta yang mesti dipupuk dan mana cinta yang mesti dihindarkan. Mencintai Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah adalah cinta paling sejati. Darinya sudah pasti akan mendapatkan kebahagiaan, walaupun secara fisik mungkin terlihat menderita. Namun ketika hati sudah terbelenggu oleh cinta yang sifatnya duniawi belaka, yang akan didapat hanyalah kegelisahan, ketakutan, dan ketidaktentraman hisup.

Terlalu mencintai seseorang juga tidak baik. Segala kerinduan, kepasrahan, bahkan pengorbanan akan ditujukan untuknya. Padahal yang dicintainya belum tentu diperolehnya. Mati-matian mengejar seseorang, ternyata yang didapat adalah sakit hati lantaran si dia itu segera menikah dengan orang lain. Bagi yang mendapat istri cantik pun ternyata justru menderita karena banyak yang menggoda istrinya, sedang perilakunya judes, muah marah, sombong, banyak mulut, boros, dst.

Sebagai manusia akupun banyak dosa, khilaf, dan luka. Pilu pun bahagia berputar mengitari perjalanan hidupku. Aapapun terjadi Allah adalah Sutradara terhebat di segala kehidupan, Dialah Maha Penyayang dan takdirNya yakinkan hati adalah terbaik untuk kita.



. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . To be continue

The Power Of Love” . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

0 komentar:

 

©2009 MEGUMI | by Sagan's