Share/Bookmark

Minggu, 04 Oktober 2009

Memory Jasmine Di Jum’at Siang

Hahaha???
harusnya lanjutannya "The Power Of Love" yach???
Lupa apa yang hendak dituliskan oleh jemari tangan ini
Ingatnya ini, yach selamat membaca bagi yang mengunjungi Blog ku ini ^_^

Sejak saling bertatap sewaktu kulihat di ruangan fotocopy di BUMICOM, selama bersama menjalani hari-hari yang luar biasa, dan memasuki masa-masa lelah, senang, kami telah bersama-sama, hingga di saat terakhir itu memisahkan kami dengan komitmen terhadap Tuhan dan terhadap satu sama lain.

Cintaku padamu adalah penting . . . . .
Seperti halnya dirimu . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . Aku cinta padamu

Segenggam Bunga Jasmine Di Jum’at Siang

Nasi goreng memberi makan pada tubuh (Kalau aku kelaperan datanglah sebungkus nasi goreng cinta itu), tetapi bunga yang pernah engkau persembahkan untukku sangat memuaskan jiwa.

Bunga jasmine di Jum’at siang, mereka mengilhami semangatku, mengirimkan pesan-pesan cinta dan roman darimu, dan menerangi hari-hari selama masa kesedihan, sakit, depresi. Jasmine segar yang engkau petik dari depan kamarmu adalah pelukan jarak jauh, pembangkit semangat, dan penghilang stress, memberikan sebuah masa tenang dalam kehidupan kita yang hari-hari disibukkan oleh tumpukan kertas-kertas itu, bisingnya mesin FC/pun printer, beragam customer. Bermacam jalan kehidupan, dari kelahiran sampai kematian dan semua masa kebahagiaan dan penderitaan diantaranya ditandai dengan memberikan dan menerima bunga. Pemandangan dan aroma bunga jasmine di Jum’at siang menimbulkan serangkaian memory yang dipenuhi oleh emosi dan waktu, tempat atau orang tertentu. Bunga jasmine itu mungkin tidak abadi, tetapi ingatan yang ditimbulkannya seringkali abadi.


Dari Rhey untuk pemberi Jasmine di Jum’at siang . . . .

2 komentar:

Sagans mengatakan...

puis coh2..........................

Sagans mengatakan...

uiss..........ceh... (^_^)

 

©2009 MEGUMI | by Sagan's