Share/Bookmark

Selasa, 17 November 2009

Mengembangkan Kritisisme

arena kritisisme kehidupan publik sama nilainya dengan kritisisme ilmu pengetahuan. Keduanya mengakui sifat bisa salah (fallible) setiap keputusan, dan dari kesalahan itulah kita belajar dan meraik kemajuan berikutnya. Melalui evaluasi kritis/ kritisme kita mengakhiri dogmatisme serta totaliterisme/otoriterisme, menuju politik baru (new politics) yang berporos pada kemajuan kemanusiaan, scientifico-critical democracy dan masyaraka terbuka.
Membangun kritisisme dalam kehidupan kemahasiswaan Indonesia menjadi dasar untuk mematikan tumbuhnya bibit-bibit dogmatisme dan totaliterisme di perguruan tinggi, masyarakat, dan negara. Tanpa kritisisme tidak akan tumbuh demokrasi dan ilmu pengetahuan. Tanpa kritisisme tidak ada jalan untuk menjadi manusia dan mengembangkan kemanusiaan kita.

0 komentar:

 

©2009 MEGUMI | by Sagan's