Share/Bookmark

Selasa, 17 November 2009

Little Of Me

Robb, karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk memahami segala ketentuan-Mu, hingga kami mampu tawakkal terhadap segala keputusan-Mu. Berikanlah kepada kami kekuatan, hingga kami tak menggantungkan diri kepada selain-Mu, aamiin.
Sampai suatu hari, dia itu pergi dan menghilang... Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan aku masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara kami berdua. Setiap ku mengenal sosok lelaki lainnya...
Selalu kubandingkan dengan sosoknya dan tentulah sosok nya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan aku tidak pernah lagi membuka hati untuk yang lain. Sampai suatu hari,..
Aku menyadari kesia-siaan yang ada. ku berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka di hati...
Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidup kini....
Air mata ku jatuh perlahan dalam sujud panjang di kegelapan malam...
ku berjanji untuk tidak mengisi hari-harinya dengan kesia-siaan.
"Aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak di hati....
Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi aku untuk lebih hati - hati dalam menata hati dan melabuhkan hati,"
Dunia ku kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi, pijar bintang. Cinta yang dialiri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabat di komunitasku yang menjadikan ku produktif dan bisa menghasilkan karya...
cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya...
Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada ILLAHI yang selalu mengisi relung-relung hati..
tempatku bermunajat di saat suka dan duka...
Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.
Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga....
saat seseorang itu pun hilang begitu saja...
Masih ada setangkup harapan agar dia kembali....
Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati.... akan selalu ada beribu kata maaf untuknya....
Masih ada beribu penantian walau tak pasti...
Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh di sana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya.
Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??
Masih ada sejuta asa. Masih ada sejuta makna. Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna, bermanfaat. "Lalu bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada?"
" Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya di saat yang tepat dengan seseorang yang tepat....
dan pilihan yang tepat, hanya dari ALLAH SWT. Di saat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barokah, Semoga saja akan demikian adanya...”

Aamien………….. ^_^

0 komentar:

 

©2009 MEGUMI | by Sagan's