Share/Bookmark

Selasa, 17 November 2009

Seirama Fajar

Kubuka mataku seirama fajar yang menggelinding menyongsong senja, begitu pun asaku terlukis dari hari ke hari mengharap kasihmu hingga kini di ujung waktu usiaku. Sukmamu yang melanglang menjemput sukmaku di sini, menguatkan tegarku akan kebesaran Illahi.
Tak jauh berbeda nasibku denganmu, bagaimana mungkin kau bisa mendampingiku andai saat ini kau tak setegar karang, bagaimana kau merangkul pundakku jika saat ini jiwamu hanya serapuh puing-puing yang berserakan....
Sebanyak hitungan nafasmu saat ini, kau mampu menjaga kesabaranmu, aku yakin kau pun lebih mampu memeliharanya karena itu yang akan mengantarkan kasihmu padaku.
Jangan pernah berpikir bahwa dirimu hidup sendiri, karena aku tak pernah bersembunyi, mungkin Allah masih memisahkan kita sementara waktu agar kita lebih mampu mendewasakan diri.
Apa tidak cukup bukti akan kesetiaanku?
Lihatlah kerutan ari mengurangi detik demi detik bilangan usiaku yang entah tinggal berapa,
Terima kasih atas do'amu untukku.
Semoga Allah senantiasa menjaga kesabaran di hati kita, menyempurnakan 1/2 dien kita, dalam ridho dan cinta kasih-Nya.
Aamiin ya rabbal aalamiin. (Angan yang penuh harap).

0 komentar:

 

©2009 MEGUMI | by Sagan's