Share/Bookmark

Rabu, 20 Januari 2010

KEBIJAKSANAAN HIDUP BAGIAN III ( SENI )


Pembebasan pengetahuan dari tugasnya untuk melayani kehendak, dan keterlupaan pada diri sendiri serta keinginan-keinginan materialnya, serta diangkatnya fungsi jiwa untuk merenungkan hal-hal yang esensial dan universal adalah fungsi dari kesenian. Objek ilmu adalah hal universal, yang berisi banyak hal yang particular. Objek seni adalah hal particular, yang bersifat sesuatu yang universal. Sebuah karya seni dikatakan berhasil kalau ia menghadirkan Ide Platonis, atau sesuatu yang universal. Potret seorang manusia haruslah dimaksudkan bukan untuk keunggulan fotografis, melainkan untuk mengungkap sejauh mungkin kualitas esensial dan universal dari manusia. Oleh sebab itu, seni lebih agung ketimbang ilmu karena ilmu dijalankan dengan akumulasi dan penalaran yang keras dan hati-hati, sedangkan seni mencapai tujuannya lewat intuisi dan presentasi. Ilmu berdampingan dengan bakat, seni membutuhkan kejeniusan.
Kesukaan kita pada esensi, seperti pada puisi dan lukisan, diperoleh dari kontemplasi tentang objek, tanpa campur tangan kehendak pribadi. Seni meredakan sakitnya kehidupan, karena menghadirkan kepada kita sesuatu yang abadi dan universal, di balik sesuatu yang sementara dan individual. Terdapat ungkapan, “sejauh jiwa melihat segala sesuatu dalam aspeknya yang abadi, maka ia berpartisipasi di dalam keabadian”.
Kekuatan seni untuk mengangkat kita pada keabadian, terutama dimiliki oleh musik. Musik sama sekali tidak sama dengan seni-seni lain. Seni-seni lain adalah “tiruan dari Ide” (the copy if Idea) , sedangkan musik adalah “tiruan dari kehendak itu sendiri” (the copy of the will it seld). Musik mengungkapkan kehendak yang secara abadi terus bergerak, menghentak-hentak, melayang-layang ke sana-kemari, dan akhirnya efek seni-seni lain karena seni-seni lain hanya membicarakan bayang-bayang, sedangkan musik membicarakan benda-bendanya sendiri. Musik pun berbeda dengan seni-seni lain karena ia mempengaruhi perasaan kita secara langsung, tanpa medium ide-ide.

0 komentar:

 

©2009 MEGUMI | by Sagan's